rumah&kita

seputar rumah, lingkungan,tips

Minggu, 20 Juli 2008

LANGKAH MEMBANGUN RUMAH


Kira-kira apa saja yang harus dipikirkan/dipersiapkan untuk membangun rumah?- Perlu tidak kita memakai jasa arsitek? bagaimana sistem kerja dengan mandor atau tukang ?

Pertanyaan - pertanyaan ini sering timbul saat kita akan membangun rumah.terkadang ragu untuk mengambil langkah yang mana harus didahulukan.

Dalam hal membangun rumah dan urutan langkah yang harus dilakukan,adalah sbb:
- Perencanaan
Perencanaan termasuk :
Gambar Bestek
menyiapkan gambar minimal denah , tampak, potongan, yang nantinya gambar tersebut perlu juga dalam pengurusan IMB.
Sebaiknya bukan sekedar sketsa kasar untuk mencegah mispersepsi antara mandor/tukang dan owner, miniml gambar denah, tampak, potongan.

Rencana anggaran Biaya,
Untuk mengetahui berapa cost yang haru kita persiapkan, untuk levelnya amannya sebaiknya ditambah 30% dari harga untuk mengantisipasi kenaikan harga atau molornya waku pekerjaan dari yang dijadwalkan.

Pengurusan surat - surat yang diperlukan seperti IMB dll.
Pentingnya mngurus IMB utuk mengethui apakah ditanah tersebut nantinya akan ada pelebaran jalan, dan untuk mengetahui berapa jarak bangunana yng diperbolehkan dari jalan
Garis Sempadan Bangunan ( GSB).

- Pelaksanaan

Sistem job membangun yang menguntungkan dan memberi kepastian ke yang empunya ruma tentunya sistem borongan, karena pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tidak ada biaya tambahan meskipun harga bahan bangunan naik di tengah jalan. Kalau tidak borongan, bisa jadi pekerjaan akan molor karena tukang dibayar harian. Semakin lama semakin besar pemasukan buat mereka. Proyek yang mestinya 4 bulan kelar bisa molor sampai 6 bulan bahkan lebih. Tapi system borongan pun harus siap-siap dengan biaya tambahan kalau tukang/mandor yang kita pekerjakan tidak terlalu pandai "berhitung anggaran biaya", sekaligus tidak kuat modal(karena bukan kontraktor), bisa terjadi di tengah jalan harga naik, atau mereka salah hitung sehingga rumah yang mestinya diborongkan 100juta sampai selesai ternyata baru 80% jalan sudah menghabiskan seluruh biaya. Hal terburuk adalah mandor mangkir atau pembangunan bisa diteruskan tapi yang empunya rumah menambah biaya diluar biaya yang sudah disepakati.
yang harus dipertimbangkan kalau mau membangun rumah antara lain :- Budget, itu yg penting banget. Setahu aku kalau rumah sederhana bisa min antara Rp. 1,5 - Rp 1.750 jt/m persegi. jadi tergantung kita mau pakai bahan apa. misal : jenis bahan yang akan di pergunakan untuk lantai (keramik/marmer/ubin biasa),jenis kayu, genteng dan lain sebagainya.
Biasanya kalau membangun rumah itu biaya untuk struktur bangunan perhitungannya standard-standard saja, yang membuat budget bengkak itu malah bagian akhirnya. seperti beli jenis-jenis handle pintulah, wastafel yang unik-unik, atau keramik yang jenisnya lucu-lucu untuk kamar mandi, lampu-lampu, apalagi kalau kita sendiri yang turun belanja ke toko

Kalau kita awam soal urusan bangun membangun rumah, lebih baik pakai jasa arsitek untuk membuat gambar denahnyaà„€ Alhasil setelah gambarnya selesai, kita bisa tahu berapa besar luas bangunan rumah kita, terus kita kalikan dengan ancar-ancar per meter tadi dapat kira-kira budgetnya berapa. Selain itu kita juga jadi bisa tahu kira-kira rumah kita akan jadi seperti apa, untuk menghindari ganti-ganti model selama masa pembangunan. kayak gmana, terus mau kamar berapa, garasi letaknya dimana dan lain sebagainya kita ceritakan ke dia, terus dia yang gambar.
Kalau punya kenalan kontraktor yang independen, yang biasa mengerjakan bangunan rumah lebih enak lagi. sebab kalau cuma pakai mandor/tukang biasa kalau tukangnya tidak bagus, kita si pemilik rumah malah jadi repot akhirnya dan kemungkinan bisa kelebihan budget juga.
tips kalau pakai jasa kontraktor/pemborong :- minta dia buat rincian biaya pembangunannya.- minta pembayaran dilakukan bertahap sesuai dengan prosentase berlangsungnya tahapan pembangunan berjalan, namun kesepakatan total biaya sudah disepakati sebelum pekerjaan pembangunan dimulai.- semuanya itu dibuat dalam bentuk perjanjian kerjasama (yg simple saja), termasuk juga jangka waktu pembangunan.

beberapa hal yang harus diperhitungkan adalah :1. Perhitungan biaya kalau sudah tahu kira-kira tambahin sekitar 30%lah buat jaga-jaga. Entah itu kenaikan harga, punya ide tambahan, molornya tukang (kalau harian). Pokoknya perkiraan yang tidak dapat diperkirakan. Apalagi tahun depan pasti akan ada kenaikan harga, sekarang saja harga besi sudah mahal.

kalau tidak begitu jelimet atau spesifik mending kita saja yang rancang-rancang (kalau sudah punya bayangan). Tukang biasanya cepat tanggap sama yang kita mau dan bisa kasih saran berdasarkan pengalaman. atau harian ada untung ruginya. Kalau borongan memang kita tidak usah pusing cari material, semua sudah termasuk didalamnya, tapi biasanya mereka kan kejar tayang takutnya kualitas kerja tidak terjamin, kita harus teliti.
Kalau harian kita bisa menekan ongkos di material, tapi karena hitungannya harian bisa saja tukang itu molor, kalau kita bisa langsung mengawasi memang lebih bagus.

IMBnya harus diurus dulu, adapun prosesnya cukup rumit dan menghabiskan banyak waktu kalau untuk luas tanah dibawah 200m, cukup diurus di kecamatan, kalau diatasnya harus ke walikota sebelum IMB, harus mengurus advis planning dulu di kecamatan. Setelah semua syarat masuk, satu minggu kemudian akan dapat IP (ijin pendahuluan) dan plangnya. Baru kita bisa mulai membangun. IMBnya sendiri baru akan keluar 1 bulan kemudian2.

Kalau untuk rumah tidak begitu besar dan rumit, sebenarnya bisa dikira-kira saja denahnya, Pengerjaan, lebih baik ambil borongan tukang saja, tanpa bahan kalau ambil yang harian, agak repot karena kita harus benar-benar tahu yang akan dikerjakan itu apa aja dan semua kita yang mengatur, apalagi kalau awam lagipula pekerjaan bisa molor dari waktu yang ditentukan karena tukang tersebut tidak mengejar target. semua bahan kita beli sendiri di material atau toko bangunan, supaya puas dan bisa dapat yang benar-benar murah kadang-kadang kalau borongan dengan bahan, pemborongnya suka nakal, sehingga kita dikasih bahan-bahan yang kurang baik mutunya. ada baiknya, kita survei ke beberapa toko sebelum memutuskan, supaya dapat yang paling murah. menurut surveiku. Pemberian uang ke pemborong dilakukan bertahap, misalnya per minggu berdasarkan jumlah tukang yang hadir jadi kita bisa mengontrol budget yang keluar tidak akan melebihi harga borongan yang ditetapkan. biasanya harga borongan tukang 1/4 dari RAB .

Tahapan2 dalam pembangunan:- pesan kusen dahulu, biasanya tukang kusen membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan semua pesanan jadi pemasangan kusen bisa sejalan dengan pembangunan rumah, tidak molor- bikin sumur pompa, beli genset, bikin bedeng dan septik tank dahulu hal ini sangat diibutuhkan mengingat dalam pembangunan pasti dibutuhkan air, listrik dan tempat tinggal untuk tukang- Untuk rumah bertingkat, kira-kira dalam 1,5 bulan sampai 2 bulan akan naik genteng- Sesudah itu baru finishingnya kira-kira 3-4 bulan- Daftar pemasangan listrik baru ke PLN wilayah terdekat- Rumah siap ditempati .Saat pengerjaan rumah berlangsung memakan waktu kira-kira 7-8 bln, hampir tiap akhir minggu urusan kita pasti tidak jauh dari urusan bahan bangunan. Pesan aku saat membangun rumah pasti akan banyak cobaan antara suami istri & banyak yang jadi cekcok, misalnya si suami pengen keramik ini, istri pingin yang lain, sering hal kaya itu muncul yang penting saling sabar & pengertian.
Kalau mau pakai jasa arsitek, kita informasikan saja budget kita dulu sehingga mereka bisa menyesuaikan dengan dana dan kebutuhan kita. Dari situ biasanya jarang melenceng dari rencana awal. Beda kalau kita sendiri dan pakai tukang apalagi kalau pembangunan dari nol (bukan renovasi). Arsitek juga bisa membuat design rumah tumbuh, artinya kalau sekarang belum ada budgetnya tidak papa tapi sudah didesign dulu sehingga kalau ada dana nantinya bisa ditambah dengan baik jadi tidak berkesan tambal sulam. Sebaiknya memang menggunakan jasa arsitek, daripada nanti sudah jadi ada yang kurang lebih malah biayanya lebih besar ketimbang memakai arsitek dari awalnya. Kalau untuk membangun dengan pengawasan minim sebaiknya menggunakan sistem borongan, tapi inipun ada resikonya soalnya mereka mengejar target sementara tahapannya belum sempurna (contoh : Pengecoran dan semen lapis). Kalau pakai sistem harian bisa saja tukangnya males-malesan jadi pekerjaan dilama-lamakan. Memang bingung, tapi begitulah kenyataannya. Usahakan ada yang mengawasin rutin jadi hal-hal diatas tidak terjadi. Biarpun arsitek tidak ikut-ikut, tapi dasar pembangunan adalah gambar. Kalau gambar sudah ada, mandor biasanya langsung bisa baca gambar (kalau tidak bisa perlu dipertanyakan ke mandorannya). Saranku, sebaiknya kalau untuk mendesign rumah gunakan jasa arsitek sehingga semua keinginan kita bisa diakomodir dalam gambar dengan baik. Kalau sudah begini pakai mandor sama tukang saja untuk sebuah rumah yang tidak memerlukan konstruksi aneh-aneh pasti bisa. Tapi tetap harus dikontrol juga soalnya banyak mandor yang bilang mengerti gambar tapi tetap saja ada kesalahan walaupun gambarnya sudah jelas.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

b

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda